Sosialisasi Film Pemilu 2024, Informatif, Edukatif serta Persuasif
Berita Terkini
21 Maret 2022 |
KPU Republik Indonesia
Jakarta, kpu.go.id - Pada era digital saat ini, sosialisasi terkait kepemiluan juga harus mengikuti perkembangan zaman. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri telah memanfaatkan berbagai macam platform media dalam menyampaikan informasi kepemiluan kepada masyarakat. Salah satunya melalui film.
"Film dinilai dapat mampu menyasar segala kalangan sehingga menciptakan kesan bahwa tidak ada sekat pada media yang digunakan KPU dalam melakukan sosialisasi," ucap Deputi Bidang Dukungan Teknis Eberta Kawima saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kedua Produksi Film Pemilu 2024 dengan tema �"Ide, Genre, dan Produksi Film Pemilu 2024 (Studi Banding Film Suara April 2019 dan Film Kita Versus Korupsi)," Senin (21/3/2022).
Wima juga berharap pada Produksi Film Pemilu 2024 nanti tidak hanya menghibur tetapi juga memiliki nilai-nilai informatif dan edukatif, bahkan persuasif bagi para pemilih. "Produksi Film Pemilu 2024 merupakan bagian dari upaya KPU untuk membangun kesadaran para pemilih dan juga dapat memberikan inspirasi terutama para pemilih pemula agar mereka memiliki pengetahuan dan informasi tentang penyelenggaraan pemilu," tutur wima.
Sementara, Kepala Biro Partisipasi dan Hubungan Masyarakat Cahyo Ariawan menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah menyosialisasikan penyelenggaraan pemilu kepada masyarakat melalui sarana yang informatif dan edukatif; mengubah pola pikir (mindset) masyarakat bahwa pemilu adalah suatu proses yang menghibur dan menyenangkan (electiontainment); menjaring keterlibatan masyarakat, khususnya para penikmat film di Indonesia, sehingga masyarakat akan merasa menjadi bagian penting dari setiap proses penyelenggaraan Pemilu; terakhir menyasar segala golongan umur sehingga tidak ada sekat pada media yang digunakan KPU dalam melakukan sosialisasi.
Cahyo juga berharap dengan dilakukan FGD ini dapat memberikan pengaruh kepada masyarakat tentang pentingnya menggunakan hak suara dalam pemilu; meningkatkan pengetahuan dan informasi tentang penyelenggara pemilu, proses pemilu dan pemilihan dengan ringan dan mudah dipahami; dan mampu memberikan dampak perubahan perilaku kepada masyarakat untuk secara sadar dan sukarela berpartisipasi menggunakan hak suaranya dalam Pemilu.
Hadir sebagai narasumber dalam FGD ke dua, Produser Film Age Anzis Maulana, Aktor dan Sutradara Teuku Rifny Wikana, serta Aktris dan Sutradara Ine Febriyanti, dipandu moderator Kabag Humas dan Informasi Publik Setjen KPU RI Robby Leo Agust.
Turut hadir mengikuti FGD Inspektur Wilayah II Adi Wijaya, Kepala Biro Partisipasi dan Hubungan Masyarakat, Cahyo Ariawan, serta sejumlah pejabat di lingkungan KPU RI. (humas james/foto: james/ed diR)