Perempuan Ambil Peran Dalam Pemilu
Berita Terkini
21 April 2022 |
KPU Republik Indonesia
Jakarta, kpu.go.id â€" Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, momentum ini menjadi pengingat bahwa perempuan harus berperan dalam pemilu. Pengingat ini disampaikan Anggota KPU RI Betty Epsilon Idroos saat hadir pada Webinar Pendidikan Pemilih Memperingati Hari Kartini bertemakan â€�"Perempuan Sembada Menuju Pemilu dan Pemilihan yang Berkualitas Tahun 2024†yang digelar KPU Kabupaten Sleman secara daring, Kamis (21/4/2022).
Betty menyampaikan ada tiga hal alasan mengapa perempuan harus mengambil perannya antara lain, keadilan, akses yang setara untuk melakukan partisipasi politik, serta peluang yang setara untuk memengaruhi proses politik dengan perspektif perempuan.
Menurut Betty, konteks keadilan yang dimaksudnya yakni perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki dihadapan hukum dan pemerintahan. Adapun peluang yang setara menurut dia perlu dimanfaatkan oleh perempuan dengan aktif berpartisipasi pada setiap kegiatan.
Selain berpartisipasi sebagai pemilih, Betty menyampaikan perempuan juga bisa berpartisipasi sebagai penyelenggara pemilu hingga memenuhi representasi perempuan di parlemen. "Perempuan punya peran dan kapasitas yang sama dengan laki-laki dalam hal memilih pemimpin dan dipilih sebagai pemimpin. Representasi perempuan di parlemen akan memberikan keseimbangan dalam mewarnai perumusan kebijakan dan peraturan perundang-undangan penganggaran, dan pengawasan," ujar Betty.
Sementara itu Anggota KPU Kab Sleman, Noor Aan Muhlishoh menyampaikan keterwakilan perempuan pada KPU Kabupaten Sleman sudah 40 persen yakni 2 Anggota dari total 5 Anggota KPU Kab Sleman. "Keterwakilan 30%, Alhamdulillah terpenuhi di periode kami," ucap Noor.
Founder/Disability Advisor OHANA Risnawati Utami menjelaskan bahwa hukum positif seperti Undang-undang (UU) Pemilu dan semua peraturan berkaitan pemilu sudah memberikan dan menguatkan suara penyandang disabilitas perempuan dalam melaksanakan hak memilih dalam pemilu di Indonesia. "Kawasan Asia Tenggara, Indonesia cukup progresif perbaikan dari tahun ke tahun untuk penyelenggara pemilu yang aksesibel," ujar Risnawati.
Memberi sambutan, Ketua KPU DI Yogyakarta Hamdan Kurniawan berharap kegiatan ini dapat menggugah atau menjadi bagian penting pada partisipasi publik terkhusus perempuan dalam Pemilu dan Pemilihan. Sementara itu, Ketua KPU Kab. Sleman Trapsi Haryadi menekankan pentingnya diskusi terkait kesiapan Pemilu 2024 termasuk isu-isu yang berkembang di media massa atau masyarakat. Untuk itulah, webinar ini digelar KPU Kab. Sleman, karena kata Trapsi, hari Pemilu sudah ditetapkan sehingga perlu mendiskusikan terkait hal tersebut. (humas kpu ri tenri/foto hilvan/ed diR)