KPU Sebagai Pusat Pengetahuan, Berbagi Pengalaman Kepemiluan, dan Pusat Kolaborasi Multipihak
Berita Terkini
16 September 2022 |
KPU Kab. Malang
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyiapkan diri menjadi pusat pengetahuan dan berbagi pengalaman kepemiluan serta sebagai pusat kerjasama multipihak. Hal ini ditekankan Anggota KPU RI August Mellaz saat menjadi narasumber pada Diskusi Panel Rapat Koordinasi Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat Tahun 2022, di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (16/9/2022).
Menurut August Mellaz, KPU sebagai pusat pengetahuan dan berbagi pengalaman kepemiluan sebenarnya dapat diwujudkan melalui program yang telah ada seperti Rumah Pintar Pemilu, transparansi layanan informasi PPID dan kehumasan. Bahkan, lanjut Mellaz, hal ini dapat dikembangkan melalui podcast, situs web KPU, media sosial KPU, E-PPID dan inovasi layanan, pustaka pemilu, dan desk pelayanan khusus KPU berdasarkan tahapan pemilu. KPU sebagai pusat kerjasama multipihak ini diwujudkan dengan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan yang bertujuan membentuk kader-kader di tingkat desa yang dapat mengembangkan inovasi sosialisasi pemilu dan pemilihan di tingkat desa. Selain itu, komunitas demokrasi untuk membentuk kader-kader yang akan mengembangkan inovasi pendidikan pemilih bersama komunitas dengan segmentasi pemilih pemula, perempuan, kelompok rentan, disabilitas dll. Bekerja sama dengan media juga menjadi penting untuk perluasan informasi kepemiluan sekaligus sebagai upaya mitigasi potensi disinformasi. Mellaz mengatakan kerjasama multipihak menjadi penting karena tiap elemen baik dari lembaga politik formal hingga non-formal memiliki irisan yang masing-masing dapat mengambil peran dalam pelaksanaan demokrasi dan pemilu. Pola kerjasama multipihak ini perlu dijalankan KPU di berbagai program sosialisasi dan pendidikan pemilih, karena KPU tidak bisa bekerja sendiri.
"Kami komunikasi dengan kementerian/lembaga karena sadar betul 2024 tantangannya banyak, mitigasi risiko juga tidak mudah, tetapi sejak awal kami berharap persepsi sama persoalan 2024 ada di kepala kita KPU dan lembaga lain, kalau persepsi tentang masalah itu sama atau relatif sama normalnya cari solusinya mudah. Harapannya bisa membantu baik dari RI sampai provinsi, kab/kota." ujar Mellaz. Mellaz menekankan kerangka konsep kerjasama multipihak ini menjadi fondasi mewujudkan pemilu sebagai sarana integrasi bangsa.
Turut hadir pada diskusi panel ini sejumlah 1.033 peserta rakor yang terdiri atas Ketua Divisi, Kepala Bagian, serta Kepala Subbagian yang menangani Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi/KIP Aceh dan KPU/KIP Kab/Kota se-Indonesia. *** (mpm)