Bedah Buku Asal Usul Manajemen Pemilu Indonesia
Berita Terkini
18 April 2022 |
KPU Republik Indonesia
Jakarta, kpu.go.id - Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari mengapresiasi buku Asal Usul Manajemen Pemilu Indonesia yang ditulis Anggota KPU RI 2017-2022 Viryan. Menurut Hasyim, buku ini bisa menjadi yang pertama mengulas tentang pemilu dilihat dari aspek manajemennya terutama penyelenggara pemilunya.
"Saya menyambut baik apa yang diikhtiarkan mas Viryan menulis buku ini sebuah prestasi," ujar Hasyim dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku Asal Usul Manajemen Pemilu Indonesia melalui YouTube Viryangopi, Senin (18/4/2022).
Hasyim merekomendasikan buku ini sebagai bacaan penting untuk menjawab berbagai pertanyaan salah satunya waktu kelahiran KPU dari segi penyelenggara atau dari sisi nama KPU. Atau membedah penyelenggara pemilu dari tahun ke tahun mulai dari LPU hingga menggunakan nama KPU.
"Bila dimaksud KPU penyelenggara pemilu bernama KPU ternyata juga mengundang pertanyaan lanjutan, yaitu KPU sebagaimana ketatanegaraan dalam pemilu tahun 1999 yang komposisi anggotanya terdiri wakil pemerintah dan wakil dari partai politik atau KPU sebagaimana sudah dijelaskan bu Valina, atau KPU yang dimaksud yang mandiri tidak ada anggota yang menjadi peserta pemilu, atau apakah yang dimaksud KPU sesuai karakter mandiri," kata Hasyim.
Sementara itu Anggota KPU RI Periode 2017-2022 Viryan mengatakan tujuannya menulis asal usul manajemen pemilu Indonesia adalah untuk memberikan pemahaman sejarah seutuhnya dari sisi penyelenggara pemilu maupun pemilunya.
Oleh karenanya dalam buku ini dia coba membentang pemilu sejak jaman Hindia Belanda. Poin penting dari buku ini, menurut dia bahwa asal usul manajemen pemilu di Indonesia dari aspek penyelenggaranya itu adalah Badan Pembaharuan Indonesia. Sementara, asal usul dari aspek penyelenggaraan pemilu mengadopsi sejumlah praktek lokal dari berbagai daerah. "Minahasa dan Jogja serta hasil kunjungan dan magang dari penyelenggara pemilu Kantor Pemilihan Pusat ke Australia dan India, " ujar Viryan.
Guru Besar Ilmu Sejarah, Prof Anhar Gonggong menyampaikan buku tersebut menjadi pertama yang menelusuri bagaimana bangsa Indonesia mewujudkan sebuah cara dalam kehidupan berdemokrasi. Dari buku ini juga lah, terlihat para pendahulu meski ditengah berperang memperjuangkan kemerdekaan, pemilu lokal tetap dilakukan.
Senada Pakar Ilmu Politik Universitas Indonesia, Valina Singka Subekti juga mengapresiasi buku ini mengingat belum banyak bacaan serupa yang membahas asal usul pemilu dari masa kemerdekaan secara mendalam. Valina yakin buku ini dapat menjadi referensi bagi penyelenggara pemilu dan masyarakat dalam menyusun sejarah penyelenggara pemilu. (humas kpu ri tenri/ foto dosen/ed diR)